The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.
Tampilkan postingan dengan label Filosofi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filosofi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Filosofi Pendidikan Anak Usia Dini

Filosofi pendidikan merupakan kerangka landasan yang sangat fundamental bagi sistem pendidikan dan para pendidik. Kerangka filosofis memberikan gambaran tentang cara pandang guru terhadap pendidikan itu sendiri (termasuk didalamnya kurikulum, tujuan pendidikan dan isi pendidikan), anak didik dan proses pembelajaran. Kerangka filosofis harus menjadi kerangka berpikir guru atau mindset guru dalam menyelenggarakan praksis pembelajaran.
Dari sudut filosofis pendidikan, banyak ragam konsep cara pandang pelaksanaan pendidikan yang digagas oleh para filosof. Beberapa konsep filosofis tersebut dapat dirangkum sebagai berikut:

a. Idealism
Pandangan tentang hakekat pengetahuan menyatakan bahwa pengetahuan yang benar diperoleh melalui intuisi dan pengingatan kembali. Pendidikan menurut idealism diartikan sebagai upaya terencana untuk mewujudkan manusia ideal yaitu manusia yang dapat mencapai keselarasan individual yang terpadu dalam keselarasan alam semesta. Sehingga upaya pendidikan harus ditujukan pada pembentukan karakter, watak, manusia yang berbudi luhur, pengembangan bakat insane, dan kebijakan social.

b. Realism
Pandangan ini menganggap bahwa pengetahuan yang benar diperoleh melalui pengalaman penginderaan yang sesuai dengan fakta. Dalam kaitannya dengan hakikat nilai, pandangan ini menyatakan bahwa standar tingkah laku manusia diatur oleh hukum alam dan pada tingkatan yang lebih rendah diatur oleh kebijaksanaan yang telah teruji dalam kehidupan.
Pendidikan menurut pandangan ini adalah proses pengembangan intelegensi, daya kreatif dan sosial individu yang mendorong pada terciptanya kesejahteraan umum. Hal ini menunjukan bahwa pandangan ini selalu konsisten dengan teori belajar S-R (stimulus-respon). Maka dari itu pendidikan juga diartikan sebagai upaya pembentukan tingkah laku melalui stimulus yang diberikan oleh lingkungan.

c. Naturalism Romantic
Pandangan ini berisi tentang gagasan-gagasan yang antara lain adalah:
1) Pendidikan yang mengembangkan kemampuan-kemampuan alami atau bakat/pembawaan anak,
2) Pendidikan yang berlangsung dalam alam,
3) Pendidikan negatif

d. Pragmatism
Aliran ini beranggapan bahwa tujuan pendidikan bukanlah terminal, akan tetapi alat atau instrument untuk membuktikan kebenaran dengan menggunakan metode ekpermental. Yang melatar belakanginya adalah pandangan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak dewasa, tidak berdaya, tanpa dibekali dengan bahasa, keyakinan-keyakinan, gagasan atau norma-norma sosial. Sesuai dengan pandangan tersebut maka hakikat manusia dipandang sebagai mahluk yang dinamis, tumbuh dan berkembang. Pengetahuan adalah instrument untuk bertindak sedangkan dalam hakikat pragmatism menyatakan bahwa tidak ada nilai yang berlaku secara universal dan absolute. Dengan kata lain tingkah laku perseorangan dan sosial ditentukan secaraeksperimental dalam pengalaman hidup.

Sumber : http://edupls.blogspot.com/

baca selanjutnya...

Kamis, 22 Maret 2012

Landasan Filosofi Pendidikan

Pendidikan merupakan topik yang senantiasa menarik untuk dikaji dan dikembangkan, baik secara teoritis dan praktis maupun secara filosofis. Teori dan praktik dalam dunia pendidikan mengalami perkembangan seiring dengan semakin meningkatnya peradaban manusia. Kalau dahulu pendidikan dapat berlangsung melalui interaksi antara manusia, di zaman modern ini pendidikan dapat berlangsung melalui interaksi dengan teknologi. Dalam hal ini, ruang dan waktu seolah tidak lagi menjadi pembatas dalam interaksi antara manusia termasuk dalam dunia pendidikan.

Realitas dalam abad ke-20, pendidikan seolah terjerembab dalam ketersesatan lembaga penyelenggara pendidikan yang menggunakan pola pikir linier dan arogansi dalam memetakan masa depan (Harefa, 2000). Pendidikan terutama diorientasikan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan dalam menjalankan tugas professional dan tugas-tugas lain dalam kehidupan. Namun, Seiring gencarnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia pendidikan pun mengalami perkembangan yang pesat. Sebagaimana adanya, perkembangan dalam dunia pendidikan terinspirasi melalui semakin meningkatnya kesadaran eksistensial praktisi dan pemikir pendidikan yakni hakekat diri sebagai manusia.

Pendidikan sebagai ilmu bersifat multidimensional baik dari segi filsafat (epistemologis, aksiologis, dan ontologis) maupun secara ilmiah. Teori yang dianut dalam sebuah praktek pendidikan sangat penting, karena pendidikan menyangkut pembentukan generasi dan semestinya harus dapat dipertanggungjawabkan. Proses pendidikan merupakan upaya mewujudkan nilai bagi peserta didik dan pendidik, sehingga unsur manusia yang dididik dan memerlukan pendidikan dapat menghayati nilai-nilai agar mampu menata perilaku serta pribadi sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, dalam wacana keindonesiaan pendidikan semestinya berakar dari konteks budaya dan karakteristik masyarakat Indonesia, dan untuk kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berubah. Menurut Kusuma (2007), hal ini berarti bahwa sebaiknya pendidikan tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang mampu bertanggung jawab secara rasional, sosial dan moral.

Menurut Wen (2003), di zaman yang berbeda-beda tuntutan terhadap talenta dan spesialisasi individu juga berbeda-berbeda. Zaman agrikulutur menuntut orang bekerja keras dan mencari nafkah lewat kerja fisik, zaman industri menuntut standarisasi dan tidak menekankan kualitas dan talenta individual, dan zaman internet adalah zamannya untuk membebaskan kualitas-kualitas khusus individual yang seringkali tertindas di zaman industri. Oleh karena itu, seharusnya sifat dan kualitas pendidikanpun berubah sesuai zaman dan harus diletakkan landasan bagi pendidikan beraspek multi.

Berbicara tentang landasan filosofis pendidikan berarti berkenaan dengan tujuan filosofis suatu praktik pendidikan sebagai sebuah ilmu. Oleh karena itu, kajian yang dapat dilakukan untuk memahami landasan filosofis pendidikan adalah dengan menggunakan pendekatan filsafat ilmu yang meliputi tiga bidang kajian yaitu ontologi, epistimologi dan aksiologi. Menurut Tirtarahardja dan La Sulo (2005), landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandangan dalam filsafat pendidikan, menyangkut keyakinan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan.

Sumber : http://mahmuddin.wordpress.com/2009/10/19/landasan-filosofi-pendidikan-pengantar/

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP