The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.
Tampilkan postingan dengan label Sarana Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sarana Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2012

Ruang Multimedia Sebagai Sarana Pembelajaran

Ruang multimedia adalah suatu ruangan dimana terdapat berbagai peralatan komunikasi elektronik guna menunjang proses pembelajaran. Ruang multimedia sebagai sarana pembelajaran. Peningkatan mutu pembelajaran adalah bertambahnya kualitas penyampaian materi pendidikan sehingga siswa lebih mudah dalam menangkapnya.

Standar Internasional pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan, salah satunya dengan penggunaan ruang multimedia yang tersedia di sekolah. Ruang multimedia yang dimaksudkan adalah ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah disetting dengan LAN (Local Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk, mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer, AC (Air Conditioning).

Dalam proses pembelajaran menggunakan ruang multimedia, bentuk-bentuk informasi yang dapat ditampilkan berupa kata-kata, gambar, video, musik, angka, atau tulisan tangan. Bagi komputer, bentuk informasi tersebut, semuanya diolah dari data digital. Sehingga memudahkan siswa menyerap dan mengingat materi-materi yang disampaikan dalam proses pembalajaran.

Adapun komponen yang perlu dipersiapkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:

Sarana elektronik (komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain) : Kemauan siswa dan guru untuk melakukan renovasi pembelajaran, Sumber daya manusia (guru dan siswa) dan Kesiapan sekolah untuk menanggung beban operasional dan biaya perawatan.

Jenis kegiatan/tugas guru yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:

1. Menyampaikan materi (presentasi). Salah satu bentuk tugas yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menyampaikan materi pelajaran menggunakan media komputer/ laptop dan LCD. Materi disampaikan kepada siswa dengan menayangkan materi pada layar dan siswa dapat mengikuti bersama-sama. Keterampilan yang dapat digunakan yaitu dengan mengolah materi menggunakan program MS Power Point. Kemudian dapat dikembangkan lagi menggunakan program Windows Movie Maker, Ulead VideoStudio dan lain-lain. Bahkan dengan menayangkan video yang berhubungan dengan materi juga bisa dilakukan tanpa guru.
2. Memutar lagu/musik disela-sela kegiatan belajar siswa, misalnya saat siswa mengakses materi pelajaran melalui internet.
3. Memutar video yang berkaitan dengan materi pembelajaran
4. Menampilkan gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
5. Mengirim informasi/pesan dari guru (komputer server) ke siswa (komputer client).
6. Mengirim tugas/ulangan kepada siswa dan mengumpulkannya kembali melalui komputer server
7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses materi melalui internet.

Menggunakan ruang ini sebagai laboratorium bahasa karena di dalamnya terdapat headphone yang disambungkan dengan tiap computer dan bisa mendengar suara guru dari computer server.

Upaya membuat anak betah belajar disekolah dengan memanfaatkan teknologi multimedia, merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Untuk itu, peran serta masyarakat dan orangtua , komite sekolah merupakan partner yang dapat merencanakan dan memajukan sekolah.

Ruang multimedia sangat berperan penting dalam peningkatan mutu pembelajaran di suatu sekolah. Dengan adanya ruangan multimedia tersebut, proses pembelajaran akan menjadi lebih praktis, inovatif, dan efektif.

Sumber : http://udugudug.wordpress.com/

baca selanjutnya...

Rabu, 13 Juni 2012

Social Networking Sebagai Sarana Pembelajaran di Sekolah

Pasti tidak asing dan aneh lagi dengan Facebook, Twitter, dan kawan-kawannya. Semua itu sering dikenal sebagai jaringan komunikasi sosial atau social networking. Social networking, bisa memberikan dampak yang plus maupun yang minusnya. Oleh karena itu ambillah yang plusnya saja, buang yang minusnya.

Plusnya itu apa? Banyak sekali! Apalagi plusnya untuk pelajar, oke saya sebutkan.

1. Sarana berbagi ilmu seperti forum, contohnya saja di Facebook. Kita dapat membuat grup, tentunya grup untuk belajar, di situ kita bisa membahas atau berdiskusi tentang apa yang kita pelajari di sekolah.

2. Unduh materi pelajaran, tentunya dengan social networking kita dapat tahu link untuk mengunduh materi pelajaran. Misal, di grup atau di Twitter ada yang membagi link materi tentang trigonometri. Tentu ini sangat memudahkan kita untuk belajar!

3. Ubah statusmu menjadi rumus-rumus singkat, teori-teori singkat, ini berguna untuk kita sendiri dan teman-teman kita. Tapi ingat jangan digunakan saat ulangan.

4. Jadikan notes di Facebook, untuk mencatat materi pelajaran secara online, jangan dijadikan catatan yang tidak-tidak, Jadikan notesmu berguna.

5. Sarana kirim file materi, di Facebook ada fitur pesan, kita bisa mengirim file ke beberapa orang tertentu saja. Ini digunakan mungkin hanya ingin memberikan pada orang yang berhak saja.

6. Fitur chatting yang diberikan sebaiknya digunakan untuk membahas tentang pelajaran juga. Ya ada saatnya juga kita membicarakan sesuatu, ada saatnya kita juga membahas tentang pembelajaran kita. Ini sangat memudahkan kita, tidak usah lama menunggu balasan sms atau email, kita bisa langsung dengan cepat berinteraksi dengan teman-teman kita.

7. Bahkan guru pun bisa memberikan kita PR via Facebook atau Twitter, dengan upload foto PR-nya atau membuat Notes/Document.

Sebetulnya masih banyak lagi manfaat plusnya dari social networking untuk pembelajaran di sekolah, hanya saja yang dapat saya tulis hanya itu saja.

Sumber : http://malwareborneo.wordpress.com/

baca selanjutnya...

Senin, 07 Mei 2012

Komputer Sebagai Sarana Pembelajaran Efektif Di Usia Dini

Komputer kini tengah menjadi salah satu media pembelajaran untuk anak usia dini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya program-program komputer dalam bentuk CD, contohnya: Bobby Bola, Kiki Kelinci dan lain-lain. Dengan pembelajaran komputer di Taman Kanak-kanak, anak dapat belajar mengenai huruf, angka, warna, bentuk geometri dan sebagainya.

Pembelajaran melalui komputer yang diterapkan pada anak usia dini tentunya dapat menstimulasi kecerdasan mereka, misalnya kecerdasan kognitif mengenai pemahaman konsep bilangan maupun kecerdasan bahasa dan mengasah kemampuan untuk berpikir kritis.

Pembelajaran melalui komputer bagi anak dapat menstimulasi koordinasi mata dengan ketepatan gerak tangan dengan belajar menggunakan mouse. Secara tidak langsung pembelajaran melalui komputer juga membantu perkembangan motorik halus.

Sebagai media belajar, komputer memiliki keunggulan dalam hal interaksi, dan menumbuhkan minat belajar mandiri bagi anak. Tetapi interaksi komputer dengan anak belum dapat menggantikan interaksi orang tua atau guru dengan anak. Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar komputer, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.

Kini komputer juga diramu dengan game-game dengan unsur hiburan yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka. Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.

Komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak. Namun juga dapat membuat dampak yang negatif, yaitu bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi

Kecanduan game komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar ataupun melakukan aktivitas sosial.Kecanduan bermain komputer dapat terjadi karena sejak awal orang tua tidak membuat aturan terlebih dahulu. Orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain. Misal, memberikan waktu bermain pada hari libur.

Mengenalkan komputer pada anak, amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, kepada semua orangtua, perlu diingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak. Berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini. Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang.

Pilihlah perangkat lunak tertentu yang memang ditujukan untuk anak-anak. Sekalipun yang dipilih merupakan program komputer seperti edutainment ataupun games, sesuaikan selalu dengan usia dan kemampuan anak.

Sumber : http://www.bpkpenabur.or.id/

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP