The Widgipedia gallery
requires Adobe Flash
Player 7 or higher.

To view it, click here
to get the latest
Adobe Flash Player.
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran PAKEM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran PAKEM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

Landasan, Konsep, Dan Alasan Pembelajaran PAKEM

A. Landasan PAKEM

1. Landasan Filosofis PAKEM

Yang melandasi Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) antara lain filsafat Konstruktivisme yang menekankan agar peserta didik mampu mengintegrasikan gagasan baru dengan gagasan atau pengalaman awal yang telah dimiliki peserta didik. Harapannya mereka mampu membangun makna bagi fenomena yang berbeda. (Lihat Paul Suparno). Di samping itu, juga filsafat Pragmatisme yang menekankan agar dalam pembelajaran peserta didik sebagai subyek yang aktif, sementara guru sebagai fasilitator (Lihar Ornstein & Levine, 1985).

Sekurang-kurangnya dua filsafat pendidikan tersebut yang melandasi pembelajaran model PAKEM. Tujuannya dengan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan daya serap peserta didik terhadap bahan ajar meningkat sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar.

2. Landasan Hukum/Yurisdis PAKEM
Yang menjadi landasan hukum pembelajaran model PAKEM adalah:
1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Kepmendiknas No. 129a tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan

B. Konsep Dasar PAKEM

PAKEM adalah sebuah model atau pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan belajar yang beragam untuk mengembangkan keterampilan, sikap, dan pemahaman dengan penekanan pada belajar sambil bekerja (learning by doing), sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar, termasuk pemnafaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih bermakna, menarik, menyenangkan, dan efektif (Lihat Buku Paket Pelatihan PAKEM Unit 04)

Dari pengertian di atas, jelas bahwa pembelajaran model PAKEM meskipun yang diharapkan pertama dan utama keaktifan dan kekreatifan peserta didik, namun sebenarnya guru pun dituntut untuk aktif dan kreatif pula. Agar pembelajaran model PAKEM ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sudah tentu guru harus merancang pembelajarannya dengan baik, melaksanakannya dengan baik, dan akhirnya menilai hasil pembelajaran dengan baik pula. Di samping keaktifan guru, kreativitas guru juga sangat menentukan apakah scenario pembelajarannya dapat berjalan atau tidak.

C. Alasan Penerapan PAKEM

Sekurang-kurangnya ada dua alasan mengapa pembelajaran model PAKEM diterapkan di Indonesia, yakni:

1. PAKEM lebih memungkinkan peserta didik dan guru sama-sama aktif terlibat dalam pembelajaran. Selama ini kita mengenal pembelajaran model konvensional yang dinilai hanya guru yang aktif (monologis), sementara peserta didiknya pasif, sehingga pembelajarannya dinilai menjemukan, kurang menarik, dan tidak menyenangkan.

2. PAKEM lebih memungkinkan, baik peserta didik maupun guru sama-sama kreatif. Guru berupaya kreatif, mencoba berbagai cara melibatkan semua peserta didiknya dalam pembelajaran. Sementara peserta didik juga dituntut kreatif pula dalam berinteraksi dengan sesama teman, guru, maupun bahan ajar dengan segala alat bantunya sehingga pada akhirnya hasil pembelajaran dapat meningkat.

Sumber : http://ideguru.wordpress.com/2010/04/29/landasan-konsep-dan-alasan-pembelajaran-pakem/#more-1016

baca selanjutnya...

Jumat, 09 November 2012

Pengertian Dan Ciri Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Afektif, Dan Menyenangkan)

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain.

Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.

Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Sumber : http://ideguru.wordpress.com/2010/04/19/pengertian-dan-ciri-pembelajaran-pakem-pembelajaran-aktif-kreatif-afektif-dan-menyenangkan/

baca selanjutnya...

Kamis, 08 November 2012

PAKEM adalah Pendekatan Pembelajaran

PAKEM adalah pendekatan pembelajaran, bukan metode atau strategi pembelajaran. Pendekatan dapat dimaknai sebagai cara pandang terhadap sesuatu, sedangkan metode adalah bagian dari pendekatan. Metode bisa berupa diskusi kelompok, ceramah, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, eksperimen, karyawisata; dan kegiatannya bisa berupa siswa melakukan percobaan, wawancara, membuat denah, membaca peta, membaca dan menulis ragam teks, dan sebagainya. Semua ini dilakukan dengan cara mengaktifkan anak, mendorong munculnya kreativitas, dilaksanakan dalam suasana belajar yang menyenangkan, dan diharapkan mencapai hasil belajar yang efektif.

Menurut teori Konstruktivisme, belajar adalah proses membangun makna atau pemahaman dan ini hanya bisa dilakukan kalau siswa aktif (mental dan fisik), melibatkan semua indera (Suparno, 1997:49).

Belajar tidak hanya proses individual, tetapi juga proses social di mana anak dapat saling berinteraksi sehingga terasah kecerdasan intelektual, emosional, dan sosialnya sekaligus. Pada diri anak juga ditanamkan bahwa belajar bukan hanya di bangku sekolah, tetapi harus menjadi kegiatan sepanjang hayat. Melalui kegiatan interaksi dengan sesama teman, guru, bahan ajar, dan lingkungan, anak dilatih dapat mengembangkan berpikir kritis dan kreatif.

Bagaimana mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui interaksi dalam belajar? Sebagaimana kita ketahui kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang fungsional (calistung) sebagai kemampuan dasar harus dimiliki setiap anak, semua ini akan terwujud jika anak dilatih terus-menerus, baik melalui belajar mandiri maupun berkelompok. Pengalaman membaca beragam teks dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sekaligus membantu mengembangkan kreativitasnya dalam menulis. Demikian pula belajar matematika agar bermakna bagi anak, harus dikaitkan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Semua kegiatan ini harus menyenangkan dengan menerapkan beragam pengelolaan kelas, kadang individual, berpasangan, kelompok kecil, atau klasikal. Belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi sekali-sekali juga perlu di luar kelas agar pengalaman anak beragam. Dengan mengalami langsung dan belajar hal-hal baru yang menantang, diharapkan hasil belajar akan efektif dan mencapai tujuan sesuai perencanaan.

Apakah PAKEM Cocok untuk Siswa SD ?

Menurut Jean Piaget, perkembangan berpikir manusia dibagi dalam 4 tahap. Tahap I (usia 0-2 tahun) tahap sensorimotorik, tahap II (usia 2-7 tahun) tahap pra-operasional, tahap III (usia 7-12 tahun) tahap operasional konkret, dan tahap IV (usia 12-dewasa) operasional formal (Piaget dalam Suparno, 1997: 34). Berdasarkan tahapan perkembangan berpikir itu, maka siswa SD berada pada tahap operasional konkret. Artinya kalau guru menjelaskan suatu konsep baru harus disertai dengan alat peraga yang dapat dilihat, dicium, atau diraba. Sementara, anak juga punya potensi lahir yang berupa rasa ingin tahu yang tinggi dan daya imajinasi. Potensi ini akan berkembang jika dilayani sesuai dengan hakikat anak belajar, yakni bahwa anak suka meniru apa yang dilakukan orang dewasa, anak belajar sambil bermain dan berbuat, dan anak belajar menggunakan banyak indera. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran yang cocok adalah dengan menggunakan benda-benda konkret di mana anak bisa memanipulasi dengan kemampuan berpikir dan kinetiknya (gerak/berbuat).

Selain itu, menurut hasil riset Neurologi, perkembangan otak manusia mencapai 80% terjadi pada usia 0 sampai 8 tahun. Setelah itu akan terus berkembang tetapi semakin lamban (dalam Pedoman Tematik, Puslitjaknov,2007:9). Jadi pada kelas-kelas awal SD, anak berada pada usia emas (golden age). Oleh karena itu, guru harus melayani belajar anak sesuai dengan hakikat dan tahap perkembangannya, sehingga anak dapat mengembangkan keingintahuan dan potensinya secara maksimal, termasuk bakat dan minatnya. Proses belajar aktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak, tentu juga akan mengembangkan kemampuan berbahasa/berkomunikasi sejalan dengan kemampuan berpikirnya. Belajar melalui kerja kelompok, mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan bertanya, mengemukakan pendapat, mengekspresikan gagasan, bercerita/ menceritakan pengalaman adalah sarana mengembangkan kemampuan berbahasa, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan bernalar.

Sumber : http://ideguru.wordpress.com/2010/04/29/pakem-adalah-pendekatan-pembelajaran/

baca selanjutnya...

Selasa, 29 Mei 2012

Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM

Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan).

PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif.

A. ALASAN PENERAPAN PAKEM
PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik.

B. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM
Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah:
a. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik
b. Mendorong kreativitas peserta didik &guru
c. Pembelajarannya efektif
d. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik

C. PRINSIP PAKEM
Prinsip PAKEM antara lain:
1. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional
2. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik
3. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah
4. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan

D. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM
1. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai.
2. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk:
(a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu;
(b) Menentukan kebutuhan pembelajaran;
(c) Membantu dan mendorong siswa;
(d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik;
(e) Menentukan strategi pembelajaran;
(f) Akuntabilitas lembaga; dan
(g) Meningkatkan kualitas pendidikan.
3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan, tertulis, dan perbuatan. Sementara itu, bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap, cek lis, kuesioner, studi kasus, dan portofolio.
4. Dalam pembelajaran, dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan.

E. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM
1. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu
2. Menentukan kebutuhan pembelajaran
3. Membantu dan mendorong siswa
4. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik
5. Menentukan strategi pembelajaran
6. Akuntabilitas lembaga
7. Meningkatkan kualitas pendidikan

F. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM
1. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran.
2. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem, penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Artinya, selama pembelajaran itu berlangsung, guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa.

Sumber : http://www.sekolahdasar.net/

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP